Tiga Film Dokumenter Bali Menang di Jakarta

15 November, 2010

Film dokumenter Bali yang diikutsertakan dalam lomba film dokumenter yang diselenggarakan oleh Kemenbudpar memenangkan tiga penghargaan. Topeng Dalem Sidakarya, Janger Kolok dan Swadharmaning Jro Ring Batur masing-masing menempati posisi I, II dan Harapan II. Karya-karya ini merupakan peserta Lomba Film Dokumenter Bali yang dikaitkan dengan Pesta Kesenian Bali 2010.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Read more...

Support untuk Nanoe Biroe

25 May, 2010

Bersama Putu Indrawan, Nanoe Biroe
"Ngantuk sekali, Mbok," ujarnya. Kalimat tersebut terlontar ketika saya, Agung dan Bli Kunyit hadir untuk memberi dukungan moral dalam usaha Nanoe Biroe memecahkan rekor MURI dengan bernyanyi 80 jam? Wuih... serem. Tapi itulah yang diupayakannya. Plus dikaitkan dengan peluncuran album baru Nanoe yang bertitle "(+)POSITIF"

Saat itu Nanoe mengatakan bahwa ternyata gak gampang untuk mencapai rekor tersebut. Saat terberat dia hadapi adalah waktu subuh antara jam 03.00 - 05.00 WITA.

Tapi semangat Nanoe, yang didampingi oleh sang istri, terus dibakar oleh para Beduda. Mereka terus mendampingi silih berganti.

Ada hal unik lainnya pada penjualan album keempat ini. Setiap pembeli kaset original diberi Piagam Penghargaan atas partisipasinya membeli album Nanoe yang asli (original). Saya dapat lho! Juga tandatangan asli Sang Presiden Republik Beduda yang dibubuhkan pada sampul kaset yang saya beli.


Selamat dan sukses buat Nanoe yang akhirnya sukses memecahkan rekor MURI.

Read more...

"Melayangan", Silaturahmi Antar Usia

01 August, 2009

Melayangan (bermain layang-layang) memang bukan hanya didominasi anak-anak. Remaja dan dewasa pun menyukainya. Bahkan, pada beberapa lomba layang-layang di Bali, diantara pesertanya terdapat orang tua. Di Kota Denpasar, pada saat musim layangan, terdapat ratusan bahkan ribuan layang-layang menghiasi langit dengan berbagai bentuk, warna dan ukuran. Hari ini ada hal yang unik yang dilakukan oleh Sekaa Teruna Setia Remaja Br. Pitik, Pedungan, Denpasar.

Mereka menggelar lomba layang-layang dengan beberapa klasifikasi antara lain: tradisi dan kreasi. Tradisi dan kreasi dibagi lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan ukuran dan usia yakni anak-anak dan remaja. Dimana biasanya, lomba layang-layang terdiri dari dua klasifikasi yakni tradisi dan kreasi tanpa pengelompokan usia.

Lomba yang digelar 1 & 2 Agustus 2009 dan berlokasi di areal persawahan ini memberi porsi yang cukup besar bagi kelompok anak-anak. Jumlah layang-layang untuk kelompok ini mencapai 78 buah. Adapun jumlah layang-layang untuk kelompok remaja berjumlah 367 buah. Rasanya, lomba ini lebih menjadi ajang suka ria dari pada sebuah lomba. Hal ini terlihat dari ekspresi peserta yang girang tanpa peduli menang atau kalah, saling membantu satu sama lain, bersilaturahmi antar peserta, memberi dan melayani dengan ikhlas dan saling memberi pujian. Sungguh, ini tampak bukan seperti sebuah kompetisi, tapi bermain bersama. Indahnya musim layang-layang ini.

Baca juga tentang layang-layang di: http://jalan-jalan-bali.blogspot.com/2009/06/ratusan-layang-layang-di-langit-bali.html

Read more...

Jalan-Jalan Bali Ngayah ke Besakih

18 March, 2009

Buku Jalan-Jalan Bali yang aku tulis bersama partnerku Agung Bawantara membuat kami terus-menerus meng-update diri. Beberapa hal kami lakukan yakni meng-update blog http://jalan-jalan-bali.blogspot.com (yang ini sih lebih banyak dikerjakan oleh Agung) dan aku membuat group komunitas Jalan-Jalan Bali di Facebook plus membuat blog http://konsultasiwisata.blogspot.com

Kegiatan pokok kami di Tiara Mas plus menulis buku tak menyurutkan langkah kami untuk kegiatan sosial. Salah satunya saat ini adalah mendokumentasikan Upacara Panca Bali Krama di Pura Besakih. Upacara yang dilangsungkan setiap sepuluh tahun sekali itu akan berlangsung puncaknya pada tanggal 25 Maret 2009 (Tawur Agung Kesanga). Informasi lengkap upacara tersebut dapat di akses via blog ini di bagian kanan atas tepat di bawah header.

Ngayah kali ini terasa khusyuk dan penuh kedamaian. Suasana alam yang teduh serta energy sekitar yang sakral membuat kerinduan untuk datang dan datang lagi.
Hal ini terasa saat aku menyertai pementasan Sri Tanjung ke Jakarta. Kerinduan ku untuk hadir ke Besakih terasa mendalam dan terasa indah ketika kami tiba kembali di Besakih. Kerinduan akan keindahan alam dan suasana sakral selalu memenuhi hati dan pikiran ku. Bahagia nya aku dapat menjadi bagian dari keindahan ini di kala upacara besar ini berlangsung.

Kerinduan yang sama aku rasakan untuk hadir kembali sepuluh tahun mendatang. Aku yakin Yang Maha Pencipta mengijinkan.

Read more...

Panca Bali Krama - Pura Besakih

17 February, 2009

Saya bersyukur masih diberi waktu, kesehatan dan tenaga untuk menyaksikan rangkaian upacara Panca Bali Krama di Pura Besakih yang terselenggara tiap sepuluh tahun sekali.
Maka saya dan Agung memutuskan untuk turut ambil bagian untuk mendokumentasikan serta turut menginformasikan rangkaian upacara ini.

Kehadiran pertama kami pada tanggal 12 Pebruari 2009 meliput Paruman Agung atau Rapat Besar Panitia penyelenggaraan Panca Bali Krama.
Acara diawali dengan suguhan khas Besakih yaitu kopi plus teman-temannya (kacang rebus, ketela rambat hasil bumi desa Besakih yang legit, dan jajan bantal).

Tepat pk 10.15 WITA acara dibuka oleh Sekprov Bali (sebagai ketua umum panitia pelaksana), membahas beberapa hal antara lain:
1. Pengaturan pada saat Melasti yaitu tanggal 21 - 23 Maret 2009 yaitu tentang ide estafet pada jalur-jalur yang dilalui; posko-posko keamanan sepanjang jarak tempuh dari Pura Besakih hingga Segara Watu Klotok di Klungkung; P3K lengkap dengan ambulance; Pos-pos kesehatan, dll
2. Pengaturan kebersihan di areal Pura
3. Pengaturan parkir
4. Tata upacara
5. dll

Info mendetail tentang paruman ini dan rangkaian upacara Panca Bali Krama dapat di klik di: http://purabesakih.blogspot.com/
(terima kasih kami kepada Pak Widnyana Sudibya, atas informasi dan kesempatan yang sangat berharga ini).

Usai paruman, kami disuguhi Nasi Yasa yang dimaksudkan sebagai penyempurnaan dalam setiap upacara. Info selengkapnya tentang Nasi Yasa dapat di klik di: http://traditionalcuisine.unud.ac.id/ind/wp-content/uploads/2009/02/nasi-yasa.pdf

Read more...

Paradise Youth Activity for Humanity

04 February, 2009

Ada satu kegiatan yang tak akan pernah terlupakan olehku, Paradise Youth Activity for Humanity. Kegiatan yang diselenggarakan Minggu, 27 Oktober 2002 merupakan kegiatan entertainment pertama yang diselenggarakan setelah peristiwa tragedi kemanusiaan Bom Bali satu.

Awalnya kegiatan ini bernama "Paradise Youth Activity", kami rencanakan sejak April 2002 yang mencakup lomba graffiti dengan media drum, lomba skate board, live music & pameran lukisan. Acara yang diselenggarakan di lobby, halaman depan dan panggung terbuka RRI Denpasar tersebut dikomandani Paulus Suardi (Paradise FM) dan Jango Paramarta (Bog Bog Bali Cartoon Magazine) plus disokong oleh Piping, Bali Rock Community dan Paradise FM - RRI Denpasar.

Dalam perjalanan dan persiapan yang makin matang, peristiwa tragis Bom Bali satu meledak. Selama satu minggu kami terdiam dalam bisu, tak berkomunikasi satu sama lain, shock, stag.
Hari kedelapan mulailah Jango membuka komunikasi dengan menghubungiku yang kemudian bertemu di Warung Tresni untuk membicarakan kelangsungan acara kami.

Kesepakatan bersama, acara tetap akan berjalan dan title acara kami ganti menjadi: Paradise Youth Activity for Humanity dengan jargon "The Spirit of Bali Never Die".
Acara yang tadinya bersifat hiburan, kami alihkan menjadi penggalangan dana.
Live music kami alihkan menjadi akustik (SID bisa juga akustik lho, tx mate).
Kami bersyukur para sponsor tidak mundur, tetap tancap gas.

Saat menjelang petang kami mendapat kunjungan simpati beberapa teman artis dari Jakarta yang sebelumnya berkunjung ke lokasi ledakan dan menengok korban di RS Sanglah. Mereka a.l. Grace Simon, Kaka Slank, Chrisye (alm), Katon Bagaskara, Armand Maulana, Dewa Bujana (Gigi), Dhani Widjanarko (manager Gigi)dan Ayu Laksmi.
Saat itu Dhani Widjanarko, manager Gigi, menyerahkan sumbangan yang dikumpulkan saat konser Gigi di Jakarta kepada Camat Kuta untuk diteruskan kepada para korban.

Kaka Slank, dkk menyumbang lagu (setelah diskusi dengan Gus Martin tentang lagu apa yang akan dibawakan masing-masing) dan penonton merogoh saku & mengeluarkan isi dompetnya untuk menyumbang bagi para korban. Bukan hanya rupiah yang terkumpul, terdapat beberapa mata uang asing seperti mata uang Vietnam, China & Philipina.

Dana yang terkumpul lumayan, baik dari sumbangan spontan penonton maupun dari hasil penjualan lukisan.
Sumbangan langsung kami serahkan seminggu setelah acara kepada salah satu korban di kantor Bog Bog Bali Cartoon Magazine. Tidak banyak memang namun tetap berarti.

Read more...

Kelompok Menulis Skenario

16 January, 2009

Kesempatan tidak datang dua kali dan kami tidak mau kehilangan kesempatan.
Kesempatan kali ini merupakan tantangan menarik sehingga Agung tidak menyia-nyiakan waktu lagi untuk menjadikannya kenyataan.

Agung akhirnya membagi ilmu dan kemampuannya sebagai penulis skenario film kepada beberapa penulis kreatif yang berminat untuk menjawab tantangan menulis skenario FTV.

Pertemuan untuk menentukan judul cerita yang akan ditulis berlangsung Kamis, 15 Januari 2009 di kantor Tiara Mas, Jl. Surabi No. 10A, Kesiman, Denpasar.
Ternyata minat yang tinggi membuat mereka tidak merasakan waktu yang terus bergulir, saking asyiknya kali .....

Agung memberi guidance "how to" menulis skenario step by step system. It is a great opportunity to young writers in Bali!

Pada kesempatan kali ini, terkumpul beberapa ide cerita yang mana ide ini akan dituangkan dalam bentuk sinopsis yang kemudian akan di kirim kepada sang pemberi kesempatan.

Ada minat mau gabung?
Datang aja ke Jl. Surabi No. 10A, Kesiman, Denpasar.
Kontak Agung Bawantara; Flexi: 0361 7892621

Read more...

Kelompok Menulis Kreatif

16 December, 2008

Di sela kesibukan dan rutinitas kerja, Tiara Mas menyempatkan waktu untuk berbagi, yaitu menyelenggarakan pelatihan menulis kreatif untuk anak-anak. Niat dan keinginan Agung untuk membagi pengalaman akhirnya disambut oleh Putu Indrawan, penyandang gelar The Best Basist Indonesia Rock Band Festival 1985, yang kini membuka warung makanan khas Bali.
Ya, di Warung Tresni milik pembetot bas grup band Harley's Angel itu sekelompok anak mengikuti kegiatan ini setiap hari Sabtu, pukul 18:00 WITA.

Dalam kelompok kecil ini Agung mengajak anak-anak untuk mengasah kemampuan dan daya imajinasi mereka. Bagi Agung, pelajaran menulis kreatif ini bukan hendak mengarahkan anak-anak menjadi penyair atau pengarang, melainkan menemani mereka untuk terbiasa berpikir sistematis dan kreatif, jadi apa pun mereka kelak...

Dalam pelajaran ini anak-anak dituntun untuk dapat menulis kreatif seperti menuliskan kalimat, menggali gagasan, membuat deskripsi, membuat perumpamaan, bagaimana menata kalimat dalam satu paragraf sehingga ide dan imajinasi tersusun dengan apik, dan banyak lagi.

Salah satu cara Agung untuk menggali kreativitas, imaginasi dan mengasah kemampuan menulis kreatif anak-anak ini adalah dengan mengajak mereka terjun ke sawah untuk menanam padi. Kegiatan ini dilakukan pada suatu Hari Minggu dan berlokasi di Desa Wisata Kertalangu, Kesiman, Denpasar.

Berbagai ekspresi muncul dari anak-anak yang turun ke sawah. Dari girang berlumpur ria, kesulitan memindahkan kaki, sibuk melipat jaket & celana panjang, keasyikan membenamkan bibit padi, dll membuat suasana penuh warna. Setelah menanam padi, mereka diajak melihat proses pemberian pupuk ke areal persawahan. Selanjutnya, mereka dipersilahkan untuk menuangkan pengalaman mereka tadi dalam sebuah tulisan.

Asyik sekali mereka menulis. Dari sinilah mereka mendapat pelajaran tentang menulis non fiksi yang dapat dikembangkan menjadi fiksi.

Menulis dibutuhkan semua orang, semua kalangan dan semua disiplin ilmu. Masih banyak kerancuan terjadi dalam mengartikan "menulis"; bahwa pelajaran menulis dibutuhkan hanya untuk menjadi seorang sastrawan, wartawan dan sejenisnya. Pada kenyataannya siapapun memerlukan pelajaran ini untuk menyampaikan pesan dengan baik dan benar.

Ada yang berminat ikut kelompok ini?
Datang saja ke Warung Tresni, Jl. Drupadi, Renon, Denpasar, setiap Hari Sabtu pk. 18:00 WITA.

Read more...

Kecak Api di Kediaman Honorary Konjen Spanyol

Menyaksikan tari Kecak sudah belasan bahkan puluhan kali aku lakukan. Tapi menonton tari kecak api pada sebuah private party, baru kali ini aku alami. Wah... surprise tentu saja.

Ya, malam itu aku dan kolega sekantorku diundang oleh Honorary Konsul Jenderal Spanyol di Bali pada private party yang diadakan di kediaman beliau di Ubud.

Pada pesta yang diselenggarakan untuk kalangan terbatas ini kami diberikan suguhan memukau, Tari Kecak Api, yang ditampilkan di stage yang didirikan di bibir tebing. Suguhan ini menjadi menarik karena selain tanpa penerangan kecuali obor para performer, juga permainan bola api dari sabut kelapa oleh pemeran Sugriwa-Subali.
Hal unik lainnya adalah para pendukung Tari Kecak ini. Mereka terdiri dari anak-anak hingga dewasa sehingga ragam suara yang terdengar sungguh indah.

Penari yang memainkan tokoh Sugriwa-Subali benar-benar menjiwai karakter yang dibawakan. Pernahkah anda memperhatikan bagaimana monyet menoleh, menengok dan meletakkan tangannya? Atau saat monyet melirikkan matanya mengintai makanan? Kalau belum pernah, sekali-sekali perhatikan dengan seksama ya, siapa tahu suatu saat anda diberi peran sebagai monyet dalam suatu pagelaran.

Read more...

Penyair Besar

12 December, 2008

Ada suatu kerinduan untuk mengenang kebersamaan yang telah terlewati bertahun lamanya. Kenangan akan cerita-cerita pahit manis dalam setiap lomba baca puisi di Bali. Ya, kami dikumpulkan kembali oleh Bang Umbu Landu Paranggi. Bang Umbu men-traktir kami untuk merayakan HUT Gung Mas Ruscitadewi.


Bang Umbu, Kun Adnyana, Agung Bawantara, Gung Mas Ruscitadewi dan saya bersantap malam di Warung Subak. Suasana tenang langsung hilang oleh riuh rendah suara kami. Kerinduan akan suara para peserta lomba kembali mengiang di telinga saya. Bang Umbu selalu menjadi juri disetiap lomba baca puisi di Bali dan memenangkan lomba dimana jurinya adalah Bang Umbu, merupakan kenangan yang tak terlupakan. Kapankah keriuhan lomba seperti tahun 80'an muncul kembali di Bali, khususnya Denpasar?

Read more...

HUT Harley Angel's Band

Harley Angel's Band, Group Band legendaris dari Bali, merayakan HUT-nya yang ke-24 pada 27 Juli 2008 lalu. Group yang digawangi Manto, Indrawan, Dodot, Kabe dan Bambang ini tercatat sebagai group yang menjuarai Festival Musik Rock tingkat Nasional pertama pada tahun 1985 yang diselenggarakan oleh Log.



Perayaan yang diselenggarakan di Warung Tresni dengan panggung - yang kata empunya gawe perayaannya sederhana, kok pake panggung segala ya? - sound system plus penataan lampu yang cukup, ah pake back drop segala lho! Mau tau yang hadir? Wah gak jauh-jauh dari komunitas musik deh. Yang unik kan banyak wartawan lokal dan nasional yang nongol. Bahkan beritanya ditayangkan SCTV, RCTI dan TPI lho. Untuk lokal sih jangan ditanya.

Musisi yang tampil untuk ikut merayakan hari jadi HA's banyak juga, sampai-sampai waktu yang telah dibatasi harus usai jam 18:00 WITA, jadi molor sampai jam 20:00 WITA. Yang seru adalah ketika HA's memperkenalkan sang Junior. Seru! Datangnya aja nunggangi Motor Harley. Bayangkan, anak-anak kelas V SD s/d I SMP bermain dalam warna musik Rock. Boleh juga! Enam tahun yang lalu, saat HA's merayakan HUT ke-18, ada group Pandawa (dengan guitarisnya Krisna) hadir membawakan lagu-lagu rock. Bedanya, malam ini Krisna hadir dengan musisi pendukung baru.

Acara diakhiri dengan jamz session oleh para pemusik bulukan seperti Kiki/Snazzy, Kunyit/Crazy Horse, dll memainkan satu lagu. Panggung jadi penuh sesak.

photo yang nongol, MC aja ya?

Read more...